Category: Ekonomi & Bisnis

  • Hari Juang Polri, Ditpolairud Polda Sulut Perkuat Keamanan Laut

    Hari Juang Polri, Ditpolairud Polda Sulut Perkuat Keamanan Laut

    Halo Lokal. Sumber ilustrasi: PEXELS/Ahmad Syahrir

    Peringati Hari Juang Polri, Ditpolairud Polda Sulut Pertegas Komitmen Pelayanan dan Keamanan Maritim

    MANADO — Momentum peringatan Hari Juang Polri menjadi pengingat sejarah perjuangan sekaligus penguat dedikasi bagi seluruh jajaran kepolisian. Memaknai semangat tersebut, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara beserta seluruh staf dan jajaran menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan pelayanan, pengayoman, dan perlindungan terbaik bagi masyarakat maritim di wilayah Sulawesi Utara.

    Sebagai wilayah dengan garis pantai panjang dan perbatasan laut strategis, kehadiran Ditpolairud Polda Sulut memegang peranan krusial dalam menjaga stabilitas keamanan. Semangat juang kepolisian kini diwujudkan melalui kerja nyata di lapangan, mulai dari pengamanan jalur perairan, penegakan hukum, hingga misi kemanusiaan dan pendampingan bagi komunitas nelayan lokal.

    Wujud Nyata Semangat Presisi di Wilayah Perairan

    Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, Ditpolairud Polda Sulut berpegang teguh pada nilai Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan). Fokus operasional yang terus ditingkatkan meliputi:

    Patroli Rutin dan Terpadu: Mencegah tindak kriminalitas laut, penyelundupan, dan penangkapan ikan ilegal (illegal fishing) demi menjaga ekosistem maritim.

    Pelayanan dan Tanggap Bencana Maritim: Memberikan bantuan SAR darurat serta pendampingan langsung bagi masyarakat pesisir saat menghadapi cuaca ekstrem.

    Pendekatan Humanis: Membangun kemitraan erat dengan masyarakat pulau terluar dan komunitas maritim untuk menciptakan situasi kamtibmas perairan yang kondusif.

    Peringatan Hari Juang Polri menjadi dorongan moral bagi seluruh personel Ditpolairud Polda Sulut untuk terus mengabdi dengan integritas tinggi. Dedikasi tanpa henti ini merupakan kontribusi nyata kepolisian dalam mendukung terwujudnya visi besar Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

  • Entry Meeting BPK RI, Kapolda Sumsel Tekankan Transparansi Tata Kelola Organisasi

    Entry Meeting BPK RI, Kapolda Sumsel Tekankan Transparansi Tata Kelola Organisasi

    Kapolda Sumsel Tegaskan Transparansi, BPK RI Periksa Tata Kelola dan Kepatuhan Organisasi

    PALEMBANG — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menegaskan komitmennya memperkuat transparansi dan akuntabilitas tata kelola organisasi melalui Entry Meeting Pemeriksaan Kinerja dan Kepatuhan Semester II Tahun 2026 oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Selasa (18/8/2026).

    Kegiatan dibuka langsung Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., dan diikuti Tim Pemeriksa BPK RI, pendamping Itwasum Polri, Wakapolda Sumsel, Irwasda Polda Sumsel, para Pejabat Utama Polda Sumsel, serta Kapolres jajaran baik secara langsung maupun virtual.

    Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumsel menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Pemeriksa BPK RI. Menurutnya, pemeriksaan bukan semata-mata proses evaluasi administratif, tetapi menjadi instrumen penting untuk melihat kondisi organisasi secara objektif sekaligus mengidentifikasi ruang perbaikan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

    “Pemeriksaan ini menjadi instrumen yang sangat vital untuk mendiagnosis kesehatan organisasi agar tata kelola benar-benar berjalan dengan tepat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

    Kapolda menegaskan bahwa setiap rupiah anggaran negara merupakan amanah masyarakat yang harus dikelola secara transparan, efektif, dan bertanggung jawab. Karena itu, Polda Sumsel memandang BPK RI sebagai mitra strategis dalam memberikan evaluasi dan rekomendasi bagi penyempurnaan tata kelola organisasi.

    Pemeriksaan Semester II Tahun 2026 tersebut berfokus pada kepatuhan sistem informasi Kamtibmas serta pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada administrasi dan penegakan hukum lalu lintas.

    Pada aspek lalu lintas, Kapolda menekankan pentingnya penguatan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), mulai dari perluasan cakupan perangkat hingga integrasi data dan sistem administrasi. Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai penting untuk mendorong proses penegakan hukum yang semakin transparan sekaligus meminimalkan interaksi langsung antara petugas dengan masyarakat.

    Kapolda juga menyoroti pentingnya integrasi sistem informasi Kamtibmas, khususnya antara Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Pamapta, layanan kepolisian 110, dan sistem operasional lainnya. Integrasi tersebut diharapkan mampu mempercepat tindak lanjut laporan masyarakat sekaligus meningkatkan response time personel di lapangan.

    Kepada seluruh Kepala Satuan Kerja dan Kepala Satuan Wilayah yang menjadi objek pemeriksaan, Kapolda meminta agar memberikan dukungan penuh serta menyampaikan seluruh data dan kondisi organisasi secara terbuka.

    “Siapkan seluruh dokumen secara lengkap, akurat, dan tepat waktu. Jangan ada data atau informasi yang ditutupi. Apabila ditemukan kelemahan, sampaikan kondisi yang sebenarnya sehingga dapat menjadi bahan pembenahan bagi kita,” tegas Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

    Kapolda juga meminta Irwasda Polda Sumsel mengoordinasikan pendampingan pemeriksaan secara melekat agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, efektif, dan tetap tidak mengganggu pelayanan rutin kepolisian kepada masyarakat.

    Pelaksanaan pemeriksaan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memastikan sistem tata kelola Polda Sumsel terus bergerak menuju organisasi yang semakin profesional, transparan, dan berbasis data. Setiap temuan dan rekomendasi diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan sehingga kelemahan organisasi tidak hanya diketahui, tetapi segera ditindaklanjuti.

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pemeriksaan BPK RI merupakan bagian penting dari upaya Polda Sumsel melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem secara berkelanjutan.

    “Evaluasi dan rekomendasi BPK RI menjadi masukan penting untuk memperkuat akuntabilitas, menyempurnakan tata kelola, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

    Menurutnya, transparansi dalam pemeriksaan juga menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang sehat. Keterbukaan terhadap kondisi yang sebenarnya akan memudahkan proses identifikasi persoalan sekaligus mempercepat langkah pembenahan di setiap satuan kerja dan satuan wilayah.

    Melalui pemeriksaan kinerja dan kepatuhan Semester II Tahun 2026, Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmen untuk terus memperkuat profesionalisme, akuntabilitas, transparansi, serta kualitas pelayanan publik. Setiap evaluasi dan rekomendasi akan menjadi bagian dari proses pembenahan untuk menghadirkan tata kelola kepolisian yang semakin efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Bumi Sriwijaya.

  • Polda Metro Jaya Kirim 12 Truk Bantuan Logistik ke NTT

    Polda Metro Jaya Kirim 12 Truk Bantuan Logistik ke NTT

    Polda Metro Jaya mengirimkan 12 truk bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8/2026). Pengiriman bantuan tersebut dilepas langsung oleh Kapolda Metro Jaya sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap warga yang membutuhkan bantuan pascagempa.

    https://policetube.com/embed/XHuYOfEu6kmmzDjpuMo1 Bantuan kemanusiaan yang dikirim terdiri atas berbagai kebutuhan dasar, mulai dari air mineral, makanan siap saji untuk orang dewasa dan balita, mi instan, ikan sarden, bubur bayi, hingga minuman siap saji. Selain kebutuhan pangan, Polda Metro Jaya juga menyalurkan selimut, sarung, alas tidur, serta terpal plastik dalam berbagai ukuran untuk mendukung kebutuhan tempat tinggal sementara masyarakat terdampak.

    Langkah ini menjadi bagian dari upaya kepolisian membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak gempa bumi NTT sekaligus mempercepat dukungan kemanusiaan di wilayah yang membutuhkan penanganan pascabencana.

    #GempaNTT #GempaBumiNTT #NTT #BantuanKemanusiaan #PoldaMetroJaya #Polri #KorbanGempa #BantuanGempa #BencanaAlam #Kemanusiaan #LogistikBantuan

  • Polda Metro Jaya Kirim 12 Truk Bantuan Kemanusiaan ke NTT

    Polda Metro Jaya Kirim 12 Truk Bantuan Logistik ke NTT

    Polda Metro Jaya mengirimkan 12 truk bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8/2026). Pengiriman bantuan tersebut dilepas langsung oleh Kapolda Metro Jaya sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap warga yang membutuhkan bantuan pascagempa.

    https://policetube.com/embed/XHuYOfEu6kmmzDjpuMo1 Bantuan kemanusiaan yang dikirim terdiri atas berbagai kebutuhan dasar, mulai dari air mineral, makanan siap saji untuk orang dewasa dan balita, mi instan, ikan sarden, bubur bayi, hingga minuman siap saji. Selain kebutuhan pangan, Polda Metro Jaya juga menyalurkan selimut, sarung, alas tidur, serta terpal plastik dalam berbagai ukuran untuk mendukung kebutuhan tempat tinggal sementara masyarakat terdampak.

    Langkah ini menjadi bagian dari upaya kepolisian membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak gempa bumi NTT sekaligus mempercepat dukungan kemanusiaan di wilayah yang membutuhkan penanganan pascabencana.

    #GempaNTT #GempaBumiNTT #NTT #BantuanKemanusiaan #PoldaMetroJaya #Polri #KorbanGempa #BantuanGempa #BencanaAlam #Kemanusiaan #LogistikBantuan

  • Polri Kerahkan 10 Anjing Pelacak Percepat Pencarian Korban Gempa Flores

    Polri Kerahkan 10 Anjing Pelacak Percepat Pencarian Korban Gempa Flores

    Jakarta, 16 Agustus 2026 — Polri kembali bergerak cepat memperkuat pencarian korban pascagempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 10 K9 SAR berpengalaman dari Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri diterbangkan menggunakan pesawat khusus CN-295 Polri P-4501 dengan rute tersendiri Pondok Cabe–Labuan Bajo.

    Penerbangan dipimpin Kapten Penerbang Kp M. Rahman dan Kp Hendri S, bersama lima kru lainnya. Pesawat dijadwalkan berangkat dari Pondok Cabe pukul 12.15 WIB dan tiba di Labuan Bajo sekitar 17.05 WITA.

    Penggunaan pesawat khusus dengan rute tersendiri dilakukan untuk mempercepat pergeseran kemampuan SAR Polri. Selain membawa 10 K9, pesawat juga mengangkut perlengkapan operasional dan bantuan logistik untuk mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.

    Sebanyak 21 personel Ditpolsatwa diberangkatkan untuk mendukung operasional 10 K9. Tim dipimpin Iptu Erasmus selaku Katim K9, dengan dukungan Ipda drh. Linda dan Aipda Triyo sebagai tenaga veteriner. Personel lainnya terdiri dari handler dan pelindung yang bertugas mendampingi K9 serta memastikan keamanan tim selama operasi. Setiap K9 didampingi handler yang memahami karakter dan kemampuan masing-masing, sehingga kemampuan K9 dapat dioptimalkan dalam proses pencarian korban di lapangan.

    Sepuluh K9 yang diterjunkan terdiri dari Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, Sita, Koni, Kyara, Gejlon, dan Gizi. Mereka memiliki kemampuan Canine Search and Rescue (CSAR) untuk membantu pencarian korban serta cadaver, yaitu kemampuan mendeteksi aroma khas yang berasal dari tubuh manusia yang telah meninggal dunia.

    Kemampuan tersebut sangat dibutuhkan dalam kondisi bencana ketika korban berada di bawah reruntuhan, tertutup material, atau berada di lokasi yang sulit ditemukan secara visual.

    BERPENGALAMAN DALAM OPERASI BENCANA

    Pengerahan kali ini juga diperkuat pengalaman K9 Ditpolsatwa dalam penanganan bencana di Sumatera pada 2025.

    Pada Desember 2025, Unit SAR K9 Ditpolsatwa dikerahkan dalam pencarian korban bencana di Sumatera Utara. Empat K9, yakni Walet, Ari, Rubin, dan Dasa, digunakan untuk menyisir area bantaran sungai dan lokasi yang diduga menjadi tempat korban tertimbun material maupun hanyut terbawa arus.

    Dalam operasi tersebut, K9 memberikan indikasi titik penting yang kemudian ditindaklanjuti tim gabungan hingga ditemukan korban.

    Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi tim yang kini kembali bergerak ke Flores. K9 tidak bekerja sendiri, tetapi menjadi bagian dari tim SAR yang didukung handler, tenaga veteriner, personel pelindung, dan unsur terkait di lapangan.

    DIBAGI TIGA REGU

    Setelah apel pelepasan yang dipimpin Dirpolsatwa, tim melakukan loading perlengkapan dan dibagi menjadi tiga regu untuk melaksanakan tugas BKO di wilayah hukum Polda NTT.

    Pembagian regu memungkinkan kemampuan K9 dikerahkan secara fleksibel sesuai kebutuhan pencarian dan hasil asesmen di lapangan.

    Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan awal antara lain Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. Namun, tim dapat digeser ke wilayah lain berdasarkan perkembangan situasi dan kebutuhan Polda NTT.

    KECEPATAN JADI PRIORITAS

    Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa kecepatan menjadi salah satu hal yang paling utama dalam penanganan bencana.

    “Kecepatan merupakan salah satu hal yang paling utama. Pagi ini kami kembali memberangkatkan tim tersebut. Nantinya pembagian tugas akan dilakukan melalui koordinasi dan komunikasi dengan Polda NTT,” ujar Trunoyudo.

    Trunoyudo mengatakan Polri memahami bahwa proses pencarian sangat dibutuhkan masyarakat terdampak.

    “Kami memahami betul dan sama-sama berempati bahwa proses pencarian sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di sana. Yang paling utama adalah bagaimana Polri dapat memberikan evakuasi dan penyelamatan bagi korban yang masih selamat,” kata Trunoyudo.

    Ia menambahkan, tim K9 akan diarahkan sesuai kebutuhan wilayah.

    “Ada beberapa daerah yang menjadi prioritas untuk dilakukan langkah-langkah mitigasi dan pencarian korban, yaitu Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. Namun demikian, apabila terdapat daerah lain yang juga membutuhkan bantuan, tentu kami akan melakukan langkah-langkah mitigasi dan pencarian korban sesuai kebutuhan,” jelasnya.

    BAWA 3,4 TON LOGISTIK

    Selain 10 K9 dan 21 personel, pesawat CN-295 P-4501 membawa 10 kennel box K9, empat box perlengkapan tim dan pakan K9, serta berbagai bantuan logistik.

    Total muatan mencapai sekitar 3.411 kilogram atau 3,4 ton, terdiri dari 45 dus makanan siap saji, 10 unit Wontech, 409 kilogram obat-obatan bantuan, 60 kilogram banner dan stiker, serta perlengkapan lainnya.

    Setibanya di Labuan Bajo, tim akan langsung berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan lokasi penugasan dan prioritas pencarian.

    Penggunaan pesawat khusus dengan rute tersendiri menjadi bagian dari langkah percepatan Polri agar kemampuan K9, personel pendukung, serta perlengkapan dapat segera tiba dan digunakan di wilayah operasi.

    Polri memastikan dukungan kemanusiaan akan terus dilakukan secara berkelanjutan berdasarkan kebutuhan dan hasil kurasi di lapangan.

    K9 berpengalaman terbang dengan pesawat khusus. 21 personel mendampingi. Satu misi: mempercepat pencarian korban dan membantu masyarakat Flores terdampak gempa

  • Dengan Pesawat Khusus, Polri Kerahkan 10 K9 SAR Berpengalaman ke Flores, Misi Pencarian Korban

    Dengan Pesawat Khusus, Polri Kerahkan 10 K9 SAR Berpengalaman ke Flores, Misi Pencarian Korban

    Jakarta, 16 Agustus 2026 — Polri kembali bergerak cepat memperkuat pencarian korban pascagempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 10 K9 SAR berpengalaman dari Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri diterbangkan menggunakan pesawat khusus CN-295 Polri P-4501 dengan rute tersendiri Pondok Cabe–Labuan Bajo.

    Penerbangan dipimpin Kapten Penerbang Kp M. Rahman dan Kp Hendri S, bersama lima kru lainnya. Pesawat dijadwalkan berangkat dari Pondok Cabe pukul 12.15 WIB dan tiba di Labuan Bajo sekitar 17.05 WITA.

    Penggunaan pesawat khusus dengan rute tersendiri dilakukan untuk mempercepat pergeseran kemampuan SAR Polri. Selain membawa 10 K9, pesawat juga mengangkut perlengkapan operasional dan bantuan logistik untuk mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.

    Sebanyak 21 personel Ditpolsatwa diberangkatkan untuk mendukung operasional 10 K9. Tim dipimpin Iptu Erasmus selaku Katim K9, dengan dukungan Ipda drh. Linda dan Aipda Triyo sebagai tenaga veteriner. Personel lainnya terdiri dari handler dan pelindung yang bertugas mendampingi K9 serta memastikan keamanan tim selama operasi. Setiap K9 didampingi handler yang memahami karakter dan kemampuan masing-masing, sehingga kemampuan K9 dapat dioptimalkan dalam proses pencarian korban di lapangan.

    Sepuluh K9 yang diterjunkan terdiri dari Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, Sita, Koni, Kyara, Gejlon, dan Gizi. Mereka memiliki kemampuan Canine Search and Rescue (CSAR) untuk membantu pencarian korban serta cadaver, yaitu kemampuan mendeteksi aroma khas yang berasal dari tubuh manusia yang telah meninggal dunia.

    Kemampuan tersebut sangat dibutuhkan dalam kondisi bencana ketika korban berada di bawah reruntuhan, tertutup material, atau berada di lokasi yang sulit ditemukan secara visual.

    BERPENGALAMAN DALAM OPERASI BENCANA

    Pengerahan kali ini juga diperkuat pengalaman K9 Ditpolsatwa dalam penanganan bencana di Sumatera pada 2025.

    Pada Desember 2025, Unit SAR K9 Ditpolsatwa dikerahkan dalam pencarian korban bencana di Sumatera Utara. Empat K9, yakni Walet, Ari, Rubin, dan Dasa, digunakan untuk menyisir area bantaran sungai dan lokasi yang diduga menjadi tempat korban tertimbun material maupun hanyut terbawa arus.

    Dalam operasi tersebut, K9 memberikan indikasi titik penting yang kemudian ditindaklanjuti tim gabungan hingga ditemukan korban.

    Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi tim yang kini kembali bergerak ke Flores. K9 tidak bekerja sendiri, tetapi menjadi bagian dari tim SAR yang didukung handler, tenaga veteriner, personel pelindung, dan unsur terkait di lapangan.

    DIBAGI TIGA REGU

    Setelah apel pelepasan yang dipimpin Dirpolsatwa, tim melakukan loading perlengkapan dan dibagi menjadi tiga regu untuk melaksanakan tugas BKO di wilayah hukum Polda NTT.

    Pembagian regu memungkinkan kemampuan K9 dikerahkan secara fleksibel sesuai kebutuhan pencarian dan hasil asesmen di lapangan.

    Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan awal antara lain Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. Namun, tim dapat digeser ke wilayah lain berdasarkan perkembangan situasi dan kebutuhan Polda NTT.

    KECEPATAN JADI PRIORITAS

    Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa kecepatan menjadi salah satu hal yang paling utama dalam penanganan bencana.

    “Kecepatan merupakan salah satu hal yang paling utama. Pagi ini kami kembali memberangkatkan tim tersebut. Nantinya pembagian tugas akan dilakukan melalui koordinasi dan komunikasi dengan Polda NTT,” ujar Trunoyudo.

    Trunoyudo mengatakan Polri memahami bahwa proses pencarian sangat dibutuhkan masyarakat terdampak.

    “Kami memahami betul dan sama-sama berempati bahwa proses pencarian sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di sana. Yang paling utama adalah bagaimana Polri dapat memberikan evakuasi dan penyelamatan bagi korban yang masih selamat,” kata Trunoyudo.

    Ia menambahkan, tim K9 akan diarahkan sesuai kebutuhan wilayah.

    “Ada beberapa daerah yang menjadi prioritas untuk dilakukan langkah-langkah mitigasi dan pencarian korban, yaitu Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. Namun demikian, apabila terdapat daerah lain yang juga membutuhkan bantuan, tentu kami akan melakukan langkah-langkah mitigasi dan pencarian korban sesuai kebutuhan,” jelasnya.

    BAWA 3,4 TON LOGISTIK

    Selain 10 K9 dan 21 personel, pesawat CN-295 P-4501 membawa 10 kennel box K9, empat box perlengkapan tim dan pakan K9, serta berbagai bantuan logistik.

    Total muatan mencapai sekitar 3.411 kilogram atau 3,4 ton, terdiri dari 45 dus makanan siap saji, 10 unit Wontech, 409 kilogram obat-obatan bantuan, 60 kilogram banner dan stiker, serta perlengkapan lainnya.

    Setibanya di Labuan Bajo, tim akan langsung berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan lokasi penugasan dan prioritas pencarian.

    Penggunaan pesawat khusus dengan rute tersendiri menjadi bagian dari langkah percepatan Polri agar kemampuan K9, personel pendukung, serta perlengkapan dapat segera tiba dan digunakan di wilayah operasi.

    Polri memastikan dukungan kemanusiaan akan terus dilakukan secara berkelanjutan berdasarkan kebutuhan dan hasil kurasi di lapangan.

    K9 berpengalaman terbang dengan pesawat khusus. 21 personel mendampingi. Satu misi: mempercepat pencarian korban dan membantu masyarakat Flores terdampak gempa

  • HUT Kemerdekaan RI Ke 81, Polda Sumsel Bangun 81 Jembatan Merah Putih untuk Perluas Akses Warga

    HUT Kemerdekaan RI Ke 81, Polda Sumsel Bangun 81 Jembatan Merah Putih untuk Perluas Akses Warga

    BANYUASIN — Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polda Sumatera Selatan dan jajaran menghadirkan 81 Jembatan Merah Putih Presisi sebagai wujud kehadiran Polri dalam membuka akses, memperpendek jarak tempuh, dan mendukung aktivitas masyarakat di berbagai wilayah Sumatera Selatan.

    Program tersebut menjadi bagian dari Peresmian Jembatan Merah Putih Polri yang dilaksanakan secara terpusat melalui konferensi video bersama Presiden Republik Indonesia dan Kapolri, Kamis (13/8/2026). Di Sumatera Selatan, salah satu jembatan yang diresmikan berada di Desa Lalang, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin.

    Jembatan di Desa Lalang memiliki panjang 14 meter dan lebar 1,5 meter. Keberadaan jembatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi sekitar 900 warga, terutama dalam menunjang mobilitas dan aktivitas sehari-hari.

    Sebelum tersedia jembatan, masyarakat harus menempuh jalur yang lebih panjang untuk menuju akses yang dibutuhkan. Dengan adanya Jembatan Merah Putih, perjalanan warga dapat dipangkas sekitar 4,5 kilometer atau menghemat waktu tempuh hingga sekitar 25 menit.

    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menegaskan pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

    Program Jembatan Merah Putih di Sumatera Selatan tidak hanya dilaksanakan di Banyuasin. Berdasarkan rekapitulasi Polda Sumsel dan Polres/Tabes jajaran, tercatat sebanyak 81 jembatan, terdiri atas 74 jembatan yang telah selesai dibangun dan 7 jembatan yang masih dalam proses pembangunan.

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 74 jembatan yang telah rampung telah memberikan manfaat kepada sekitar 100.900 jiwa. Sementara itu, apabila seluruh 81 jembatan yang terdata telah selesai dibangun, estimasi penerima manfaat di berbagai wilayah Sumatera Selatan mencapai sekitar 111.600 jiwa.

    Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. mengatakan pembangunan Jembatan Merah Putih diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

    “Jembatan ini bukan sekadar pembangunan fisik. Yang terpenting adalah manfaat yang dirasakan masyarakat, mulai dari memperpendek waktu perjalanan, mempermudah aktivitas ekonomi, pendidikan dan sosial, hingga membuka konektivitas antarwilayah. Semangatnya adalah Polri hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

    Menurutnya, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi semakin bermakna karena semangat kemerdekaan diwujudkan melalui pembangunan yang dapat membantu masyarakat terbebas dari keterbatasan akses dan memperlancar aktivitas sehari-hari.

    Kehadiran 81 Jembatan Merah Putih Presisi di Sumatera Selatan sekaligus menggambarkan komitmen Polda Sumsel dan jajaran untuk terus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Melalui infrastruktur yang tepat guna dan menyentuh kebutuhan warga, semangat kemerdekaan diharapkan tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya dalam kehidupan masyarakat.

  • Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayu Aji Yudha Prajas Imbau Waspada Cuaca Panas

    Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayu Aji Yudha Prajas Imbau Waspada Cuaca Panas

    Bahasa. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcstudio

    Dirpolairud Polda Sulut Imbau Waspada Cuaca Panas

    Cuaca panas yang disertai angin kencang dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki lahan kering maupun vegetasi yang mudah terbakar. Kondisi seperti ini memerlukan perhatian bersama agar berbagai risiko yang mungkin timbul dapat diminimalkan melalui langkah-langkah pencegahan sejak dini.

    Melalui imbauan kepada masyarakat, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sulawesi Utara mengajak seluruh warga untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas selama kondisi cuaca panas berlangsung. Masyarakat diimbau menghindari kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah, menyalakan api di lahan kering, maupun membuang puntung rokok sembarangan. Tindakan sederhana tersebut dapat menjadi langkah awal dalam mencegah terjadinya kebakaran yang berpotensi merugikan lingkungan maupun masyarakat.

    Selain itu, Dirpolairud Polda Sulut juga mengingatkan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang atau petugas pemadam kebakaran agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

    Upaya pencegahan akan semakin efektif apabila didukung oleh partisipasi seluruh lapisan masyarakat. Kesadaran untuk menjaga lingkungan, mematuhi imbauan keselamatan, serta saling mengingatkan satu sama lain menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Melalui kerja sama yang baik antara masyarakat dan berbagai pihak terkait, diharapkan potensi kebakaran selama musim panas dapat ditekan sehingga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.

  • Dirpolairud Polda Sulut Imbau Waspada Cuaca Panas

    Dirpolairud Polda Sulut Imbau Waspada Cuaca Panas

    Bahasa. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcstudio

    Dirpolairud Polda Sulut Imbau Waspada Cuaca Panas

    Cuaca panas yang disertai angin kencang dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki lahan kering maupun vegetasi yang mudah terbakar. Kondisi seperti ini memerlukan perhatian bersama agar berbagai risiko yang mungkin timbul dapat diminimalkan melalui langkah-langkah pencegahan sejak dini.

    Melalui imbauan kepada masyarakat, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sulawesi Utara mengajak seluruh warga untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas selama kondisi cuaca panas berlangsung. Masyarakat diimbau menghindari kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah, menyalakan api di lahan kering, maupun membuang puntung rokok sembarangan. Tindakan sederhana tersebut dapat menjadi langkah awal dalam mencegah terjadinya kebakaran yang berpotensi merugikan lingkungan maupun masyarakat.

    Selain itu, Dirpolairud Polda Sulut juga mengingatkan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang atau petugas pemadam kebakaran agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

    Upaya pencegahan akan semakin efektif apabila didukung oleh partisipasi seluruh lapisan masyarakat. Kesadaran untuk menjaga lingkungan, mematuhi imbauan keselamatan, serta saling mengingatkan satu sama lain menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Melalui kerja sama yang baik antara masyarakat dan berbagai pihak terkait, diharapkan potensi kebakaran selama musim panas dapat ditekan sehingga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.

  • Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI

    Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI

    Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya mengungkap dugaan penyebaran informasi bohong atau hoaks melalui media sosial. Dalam perkara tersebut, penyidik mengamankan seorang perempuan berinisial DM (45), warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang diduga mengunggah konten berisi informasi tidak benar terkait ajakan demonstrasi menjelang 17 Agustus 2026.

    Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono menjelaskan pengungkapan kasus bermula dari patroli siber rutin. Dari kegiatan tersebut, anggota menemukan konten yang kebenarannya perlu diverifikasi. Setelah dilakukan pendalaman melalui analisis digital serta penelusuran jejak elektronik, diketahui bahwa informasi tersebut tidak memiliki dasar fakta dan berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.

    “Dalam patroli siber, anggota menemukan konten yang kebenarannya perlu diverifikasi. Setelah dilakukan pendalaman, informasi tersebut diketahui tidak memiliki dasar fakta dan berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujar Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono.

    Hasil penyelidikan mengarah kepada DM yang berada di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya kemudian melakukan koordinasi dengan Polres Ciamis sebelum mengamankan tersangka di kediamannya.

    Dalam pemeriksaan awal, DM mengakui sebagai pemilik akun yang diduga digunakan dalam penyebaran konten tersebut. Penyidik juga mengamankan barang bukti berupa: -1 unit telepon seluler -1 akun TikTok -1 kartu SIM -1 akun surat elektronik (e-mail)

    Seluruh barang bukti tersebut diduga dipakai untuk mendukung tindak pidana yang disangkakan.

    Atas perbuatannya, DM dipersangkakan melanggar Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) dan Pasal 51 ayat (1) juncto Pasal 35 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024, serta Pasal 264 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto membenarkan proses penanganan perkara tersebut. Menurutnya, tersangka bersama barang bukti telah dibawa ke Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya untuk menjalani penyidikan lebih lanjut.

    “Kami mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial. Pastikan setiap informasi telah terverifikasi sebelum disebarluaskan dan jangan mudah terprovokasi oleh konten yang belum jelas kebenarannya. Apabila menemukan dugaan hoaks, segera laporkan kepada kepolisian agar dapat ditindaklanjuti,” tutup Budi.